Rum membantah aksi tersebut berlangsung atas perintahnya.
"Aksi itu spontanitas. Tidak ada yang menyuruh," kata dia melalui sambungan telepon, Rabu (18/1).
Bahkan, Rum mengaku tidak pernah mengetahui rencana demonstrasi tersebut. Selain tak mengeluarkan perintah, Rum juga membantah mendanai massa untuk turun ke jalan.
"Mau kasih duit darimana, saya juga tidak punya duit," ucapnya.
Meski begitu, Rum menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa menahan para pendukung untuk berdemonstrasi mempersoalkan keputusan KPUD Boalemo yang mencorot statusnya sebagai peserta pilkada di tengah waktu kampanye yang segera berakhir.
"Tidak apa-apa, menyampaikan aspirasi bagian dari kehidupan berdemokrasi," ucapnya.
Demonstrasi sudah dilakukan dua kali oleh pendukung pasangan Rum Pagau-Lahmudi Hambali (Paham), yakni pada Senin (16/1) dan Rabu (18/1). Dua aksi yang digelar massa di depan Kantor DPRD Boalemo itu berujung ricuh. Demonstan dibubarkan paksa oleh polisi dengan menembakkan gas air mata.
Kemarahan massa dipicu pencoretan pasangan Paham sebagai peserta Pilbup oleh KPUD Boalemo.
[ald]
BERITA TERKAIT: