Menurutnya, perkembangan tersebut merupakan langkah penting untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari 100 hari serta memulihkan stabilitas di Timur Tengah.
"Saya menyambut baik kesepakatan yang dicapai hari ini antara Amerika Serikat dan Iran. Ini merupakan langkah yang sangat penting untuk mengakhiri perang, memastikan stabilitas regional, dan membuka kembali Selat Hormuz," kata Starmer dalam pernyataan resmi, dikutip Senin 15 Juni 2026.
Starmer juga mengapresiasi Presiden AS Donald Trump serta para mediator dari Pakistan, Qatar, dan negara lain yang membantu proses perundingan. Ia menilai kemajuan ini sejalan dengan upaya deeskalasi yang selama ini didorong berbagai pihak.
Berdasarkan rancangan nota kesepahaman (MoU), tahap awal kesepakatan akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka jalan bagi pembahasan isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran, pencabutan sanksi AS, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Salah satu poin terpenting dalam perundingan adalah masa depan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelum perang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Penutupan jalur tersebut selama konflik telah mengganggu perdagangan energi global dan memicu gejolak ekonomi.
"Perhatian kini harus difokuskan pada pelaksanaan penuh nota kesepahaman untuk memastikan Selat Hormuz dibuka kembali dan tetap terbuka secara penuh serta permanen," ujar Starmer.
Pemerintah Inggris menyatakan siap mendukung pembicaraan teknis setelah kesepakatan ditandatangani dan bekerja sama dengan mitra internasional untuk menjaga keamanan pelayaran. Namun Starmer menegaskan bahwa perdamaian hanya akan bertahan jika seluruh komitmen dijalankan secara transparan dan dapat diverifikasi.
"Posisi Inggris tetap tegas dan konsisten bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegasnya.
Namun, meskipun Trump menyatakan kesepakatan tahap pertama akan ditandatangani pada Minggu, waktu AS, Iran membantah jadwal tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan penandatanganan tidak akan dilakukan hari itu, tetapi kemungkinan terjadi dalam beberapa hari ke depan tetap terbuka.
BERITA TERKAIT: