
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei terus berada di lokasi bencana di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk mengkoordinir penanganan bencana. Potensi nasional terus memperkuat Pemda dalam penanganan bencana.
Penanganan darurat pasca banjir besar di Kota Bima terus dilakukan oleh pemerintah dan unsur lainnya. Tanggap darurat masih ditetapkan hingga 5 Januari 2017.
"Sesuai perintah Bapak Presiden (Joko Widodo) agar semua kebutuhan masyarakat dipenuhi dengan cepat. Fasilitas publik harus segera berfungsi. Rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir juga harus dipercepat. Dampak ekonomi yang ditimbulkan banjir lebih dari Rp 1 trilyun. Untuk itu pemulihannya harus dilakukan bersama kementerian, lembaga, pemda, dunia usaha dan partisipasi masyarakat," kata Willem.
Hari ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjung ke lokasi bencana di Kota Bima. "Akan saya laporkan semua kemajuan penanganan serta upaya ke depan," ujar Willem.
Bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan. Stok logistik mencukupi hingga tujuh hari ke depan. Masyarakat juga dihimbau untuk selalu waspada.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: