Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pukul 19.00 WIB, genangan terjadi di 55 RT dan tiga ruas jalan. Kenaikan tinggi muka air terpantau di Pos Pesanggrahan pada pukul 16.00 WIB, disusul Pos Depok dan Pos Angke Hulu yang sama-sama berstatus siaga 3 pada pukul 17.00 WIB.
Wilayah Jakarta Selatan menjadi daerah paling terdampak dengan total 51 RT tergenang, tersebar di Kelurahan Cilandak Timur, Cilandak Barat, Lebak Bulus, Petogogogan, Pela Mampang, dan Bangka. Sementara di Jakarta Barat, genangan terjadi di empat RT yang berada di Kelurahan Sukabumi Selatan dan Sukabumi Utara.
Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 120 sentimeter. Genangan dipicu oleh tingginya curah hujan serta luapan Kali Krukut dan Kali Grogol Mampang.
Selain permukiman warga, genangan juga merendam sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Swadarma di Ulujami, Jalan Ciledug Raya (Seskoal) di Cipulir, serta Jalan Kartika di kolong Tol JORR, Meruya Utara, dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 70 sentimeter.
Saat ini, seluruh genangan masih dalam proses penanganan. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan para lurah dan camat setempat untuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. BPBD menargetkan genangan dapat segera surut dalam waktu cepat.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama di wilayah rawan banjir. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan 112 yang tersedia gratis selama 24 jam.
BERITA TERKAIT: