Peninjauan dilakukan dengan mengunjungi posko tanggap darurat dan lokasi pengungsian serta melihat langsung proses pembersihan puing bangunan di Kabupaten Pidie Jaya.
Ketua MPR mengatakan bahwa tujuan kunjungan kerja ke Aceh adalah untuk melihat langsung penanganan bencana gempa Aceh dan apa saja yang bisa diberi perhatian dan bantuan. Disela kunjungan Ketua MPR berkesempatan memberikan bantuan berupa 400 selimut dan genset.
Ketua MPR mengatakan sepanjang keliling Kabupaten Pidie Jaya, dirinya melihat penanganan yang sangat baik.
"San saya sungguh memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah mengambil langkah-langkah yang cepat penanganan bencana, terutama kepada Presiden Jokowi yang sudah dua kali ke Aceh. Presiden telah memberikan contoh baik bagaimana cepat dan tanggap dalam mengatasi bencana ini. Tak lupa terima kasih kepada TNI, Polri dan BNPB yang sudah cepat dan tanggap dalam mengatasi bencana ini," ujar Ketua MPR.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, penanganan bencana Aceh dibagi kedalam delapan klaster nasional yaitu klaster pengungsi, ekonomi, pemulihan dini, sarana dan prasarana, pendidikan, kesehatan, logistik dan pencarian dan penyelamatan dimana masing-masing klaster ditunjuk kementerian/lembaga terkait sebagai penannggungjawab.
Giat penanganan bencana hari ini berdasarkan laporan harian satgas SAR dan kesehatan adalah pembersihan puing-puing rumah dan pelayanan kesehatan. Pembersihan puing dilakukan di Desa Prade dan meunasah Desa Umbue Kab. Pidie Jaya sedangkan pelayan kesehatan di Desa Lancang Paru Kab. Pidie Jaya menangani 124 pasien dengan keluhan terbanyak adalah ispa dan gatal-gatal serta satu orang suspek kusta yang membutukan penanganan khusus.
[rus]
BERITA TERKAIT: