Dua Orang Lagi Korban Longsor Karanganyar Akan Dicari Pagi Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 30 November 2016, 06:59 WIB
rmol news logo . Bencana longsor kembali terjadi dan menimbulkan korban tewas. Longsor menimbun delapan orang yang sedang memanen padi di Dusun Tegalsari I/XV, Desa Bulurejo, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (29/11), pukul 14.00 WIB.

"Lima orang berhasil selamat, satu orang tewas dan dua orang masih tertimbun longsor. Korban selamat dirujuk ke RSUD dan Puskesmas," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (30/11).

Enam korban yang sudah berhasil ditemukan dimana satu orang tewas dan lima orang selamat. Korban tewas adalah Sutoyo (75), tani, Gondang Gentong I/VI Karangpandan. Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan lima korban selamat adalah Paiman (66), Dikem, Basuki, Sadi dan Suparni.

"Dua korban yang masih tertimbun adalah Gito warga Sintru Kembang Doplang dan Ibu Darmo alias Saliyem warga Tegalsari I/XV Bulurejo Karangpandan," ujar Sutopo.

Sutopo menjelaskan luas longsoran panjang 500 meter dan lebar 50 meter. Saat longsor dalam kondisi tidak hujan. "Puluhan masyarakat sedang bekerja memanen padi di lahan sawah di bawah lereng perbukitan. Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dan luncuran material longsor dengan cepat sehingga menimbun korban," tambahnya.

Dua hari sebelumnya hujan deras mengguyur Karanganyar. Diperkirakan terjadi retakan di lereng bukit yang kemudian runtuh menjadi longsor. Fenomena ini hampir mirip dengan kejadian longsor di Desa Jemblung, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara dua tahun lalu yang terjadi dalam kondisi tidak sedang hujan.

Sutopo menambahkan, atas musibah longsor Karanganyar, BPBD Kabupaten Karanganyar bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah, TNI, Polri, Basarnas, Tanaga, PMI, relawan dan masyarakat akan melanjutkan pencarian korban pada Rabu pagi. Pencarian Selasa sore dihentikan karena hujan, gelap dan potensi longsor susulan masih tinggi sehingga tidak dilanjutkan.

"Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terkait dengan meningkatnya curah hujan yang dapat memicu banjir dan longsor. Puncak hujan diperkirakan berlangsung pada Januari 2017 mendatang sehingga potensi bencana juga terus meningkat," tukasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA