“Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, EW (26) pemulung, DS (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan I.S. (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026.
Selain korban meninggal dunia, Kusumo juga memastikan ada dua orang sopir truk yakni J dan R yang selamat di longsor kawasan TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang.
Polisi juga menduga masih ada korban lain yang tertimbun longsoran. Sebab, berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung.
Adapun, peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang saat itu sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST usai beristirahat di warung kopi.
Saksi pun mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah.
Usai kejadian tersebut, informasi langsung disebarkan lewat grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi.
Proses evakuasi sendiri melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono juga turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi pada Minggu malam.
BERITA TERKAIT: