Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (16/11).
Korban dan mobil tertimbun longsor sehingga tidak dikenali karena tidak ada saksi dan tanda-tanda adanya kendaraan yang terseret longsor. Saat bersamaan ada tiga longsor sehingga petugas dan masyarakat fokus pada pembersihan longsor di jalan. Pertimbangan masih adanya longsor susulan di tebing menyebabkan petugas fokus pada penanganan longsor di jalan.
"Berdasarkan laporan masyarakat diketahui bahwa ada mobil yang tertimbun longsor di jurang sehingga dilakukan evakuasi pada Selasa," ujar Sutopo.
Laporan sementara dari BPBD Provinsi Jabar, empat orang meninggal dunia. Yaitu, Tarsa wijaya 60 tahun dan Pirman 30 tahun (KP. Pari RT05/RW06, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat). Kemudian, Utep 35 tahun dan Rohendi 32 tahun (RT01/RW11) Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat).
"Dilaporkan juga, satu unit mobil kijang (F 777 WR) rusak berat tertimpa longsoran. Longsor juga menutupi akses Jalan Kol. Masturi," sebut Sutopo.
Upaya yang sudah dilakukan, BPBD KBB dibantu TNI, POLRI, DAMKAR, PU dan relawan telah megevakuasi keempat korban meninggal. Pengevakuasian korban dilakukan dengan cara pemotongan mobil oleh alat dan dilakukan secara hati-hati.
"Korban longsor sudah diserahkan ke keluarga untuk di kebumikan," ujar Sutopo.
Untuk pengevakuasian mobil kijang masih dilakukan dan dihentikan sementara dikarenakan cuaca yang kurang memungkinkan.
"Dan untuk sementara Jalan Kol. Masturi ditutup dikarenakan masih adanya retakan di atas tebing longsoran yang memungkinkan datangnya longsor susulan," tutup Sutopo.
[rus]
BERITA TERKAIT: