Hal ini disikapi karena, setiap menjelang pemilihan presiden, tokoh dari Sunda selalu tidak pernah muncul. Karena keterlibatannya di partai politik tidak ada bahkan tidak terdengar.
"Menyikapi wacana capres 2014 sekarang ini, bukan tidak ada harapan orang Sunda untuk menjadi orang kedua di 2014 mendatang. Tapi tampaknya peluang itu semakin berat dengan perkembangan seperti itu, dimana orang Sunda harus sadar, bahwa orang Sunda tidak banyak menduduki kursi di parpol. Dengan berbakti di parpol itulah harus jadi modal apabila ingin berbakti kepada bangsa dan negara selanjutnya," ujar Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi di ruang kerjanya, selasa (17/12).
Didi melihat, bila tidak didorong untuk masuk parpo sejak sekarang. Maka peran serta pemikiran dari para tokoh Sunda akan tidak tersalurkan untuk ikut andil membangun bangsa ini.
"Apabila tidak melalui parpol, itu akan semakin berat, bukan berarti tertutup, kecuali kalau pada posisi menteri saja, orang-orang Sunda banyak yang profesional di berbagai bidang. Namun untuk capres atau wapres, kita butuh lima tahun lagi, yakni 2019 mendatang," papar Didi.
Ke depan Ia menyarankan agar para aktifis dan mahasiswa, agar menyalurkan diri ke parpol, agar bisa mengabdi kepada bangsa, dan membawa nama Pasundan di kancah nasional.
"Jika dipersiapkan demikian, dalam jangka waktu tertentu, akan terlihat kader-kader yang akan muncul, lalu menyiapkan secara sistem bila kader tersebut dianggap layak menjadi pemimpin nasional," paparnya.
Kepercayaan sunda di kancah nasional sangat besar, hanya saja pengkaderannya belum terarah.
"Untuk capres atau cawapres secara riil belum muncul, baru sebagai wacana. Kami sadar tidak adanya sistem pengkaderan yang fokus, kita juga tidak harus kecewa, karena memang kita tidak optimal terjun ke dunia politik. Namun tetap akan konsisten ke depannya," terang mantan Rektor Universitas Pasundan ini
Diakhir tahun 2013 ini pun, Paguyuban Pasundan akan melakukan refleksi perjalanan politik bangsa Indonesia. Yang rencananya akan digelar tanggal 28 desember mendatang.
"Kita akan gelar refleksi akhir tahun, termasuk menegaskan sikap politik sunda, dengan tema 'Nyoreang Ka Tukang, Nyawang Ka Hareup'. Dimana sejumlah tokoh asal Sunda akan hadir, baik dari kalangan sipil, militer, polri, profesional serta akademisi dan politisi," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: