"Sekarang sudah keluar aturan pelaksanaan dari pemerintah, maka terbuka bagi pekerja untuk mendaftarkan secara individual," kata Direktur Kepesertaan PT. Jamsostek, Junaedi di sela publik ekpose laporan Triwulanan di Bandung, tadi malam, Jumat (19/4).
Junaedi menambahkan, sekalipun terbuka mengikuti program secara individual, tapi mereka yang mendaftarkan diri jadi peserta mesti masuk dalam kriteria pekerja, yaitu memiliki pekerjaan tertentu dan berusia di bawah 55 tahun.
Program yang didaftarkan, lanjut Junaedi tidak boleh hanya satu program saja yaitu Jaminan Hari Tua (JHT). Seperti diketahui, besarnya imbalan hasil pengembangan dana JHT pekerja yang mencapai dua digit atau lebih dari 10 persen berdampak pada banyaknya kalangan yang ingin menaruh dananya di program JHT. Tingginya imbal hasil JHT Jamsostek itu melebihi bunga deposito perbankan dan lembaga keuangan lainnya yang hanya berkisar 6-7 persen.
Junaedi menjelaskan, program jaminan sosial bukanlah suatu instrumen investasi. "Boleh saja wirausaha perorangan mengikuti program Jamsostek yang disebut pekerja mandiri. Tapi, mereka musti ikut satu paket program terdiri dari program JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dan Jaminan Kematian (JK)," terangnya.
"Jadi iuran yang disisihkan bukan buat program JHT saja, tapi juga program lainnya demi perlindungandari resiko sosial pekerja bersangkutan," imbuhnya.
Saat ini, Junaedi menambahkan, pekerja perseorangan sudah bisa mendaftarkan secara manual. "Tapi karena sifatnya perseorangan belum bisa terlihat saldonya di online, kita lagi buat agar bisa masuk ke sistem karena registrasinya berbeda dengan yang dikoordinir perusahaan," jelasnya.
Sementara itu, terkait jumlah penambahan kepesertaan baru perusahaan sampai Maret 2013, tercatat 7.302 perusahaan dengan jumlah penambahan 1,115 juta tenaga kerja. Sementara itu, untuk tenaga kerja jasa konstruksi penambahannya mencapai 446,9 ribu tenaga kerja. "Realisasinya dari target mencapai 83,5 persen untuk perusahaan dan 64 persen untuk ketenagakerjaan," terangnya.
Junaedi menambahkan, dirinya optimis lonjakan penambahan kepesertaan baru akan meningkat menjelang akhir tahun, apalagi jaringan kanal distribusi dan outlet Jamsostek kini terbuka luas sampai di pelosok Kabupaten/Kota.
[trg]
BERITA TERKAIT: