Willy menyampaikan hal itu di tengah sorotan publik terhadap pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta sejumlah operasi penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurutnya, berbagai isu tersebut berpotensi mengalihkan perhatian publik dari perkara Febrie yang kini memasuki tahapan penting.
"Kita minta usut tuntas, kasus yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ini bukan rakit lagi, bukan sampan, bukan perahu. Bukan kapal tanker, bukan kapal keruk, ini kelasnya sudah benar-benar kelas kapal tongkang. Ini lho, extraordinary crime," kata Willy Prakarsa, Jumat, 18 September 2026.
Willy juga menyoroti publikasi barang bukti uang dalam sejumlah penindakan hukum yang dilakukan Kejagung. Ia mempertanyakan asal-usul uang tersebut serta kejelasan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan oleh PT PSMI.
Aktivis senior 98 itu bahkan meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi Kejaksaan Agung, termasuk mencopotnya pimpinannya apabila penanganan perkara tidak tuntas hingga menjerat aktor utama.
"Publikasi uang (sitaan), enggak bedanya menggunting dalam lipatan di pemerintahan itu sendiri. Tersangkanya mana, gitu? Bukan hanya uang, kita cuma bertanya uang itu hasil dari apa? Oh, ini uang koruptor, tersangkanya mana?" tutupnya.
BERITA TERKAIT: