Sambil Terisak-isak, Istri ASN Bapenda Kota Semarang Memohon Presiden Jokowi hingga Kapolri Bantu Ungkap Pembunuh Suaminya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/agus-dwi-1'>AGUS DWI</a>
LAPORAN: AGUS DWI
  • Kamis, 27 Oktober 2022, 00:59 WIB
Sambil Terisak-isak, Istri ASN Bapenda Kota Semarang Memohon Presiden Jokowi hingga Kapolri Bantu Ungkap Pembunuh Suaminya
Istri almarhum Iwan Boedi, Theresiana Onne, saat mengunjungi tempat kejadian perkara ditemani kuasa hukumnya/RMOLJateng
rmol news logo Kasus pembunuhan ASN Bapenda Kota Semarang, Iwan Boedi, yang mayatnya ditemukan terbakar bersama motornya di kawasan marina pada 8 September 2022 lalu belum tampak ada kejelasan. Hal ini membuat keluarga yang ditinggalkan belum merasa tenang.

Untuk itu, istri almarhum Iwan Boedi, Theresiana Onne (49), memohon kepada Presiden Joko Widodo, Panglima TNI, dan Kapolri untuk memberikan rasa keadilan terhadap suaminya yang sampai hari ini belum menemukan titik terang siapa pelakunya.

Saat mendatangi tempat kejadian perkara di kawasan Marina, Rabu (26/10), Theresia Onne yang didampingi kuasa hukumnya Yunanto Adi S mengaku keluarga masih belum mendapat informasi terkait pelaku pembunuhan Iwan Boedi.

"Di hari ke 52 ini, saya beserta keluarga berharap kepada Presiden, Panglima (TNI), dan Kapolri untuk membantu mengungkap kasus ini. Saya melihat ada banyak kendala yang membuat kasus ini sampai sekarang tidak menemui titik terang," ucap Theresa Onne saat mengunjungi TKP bersama ketiga anaknya, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (26/10).

Onee berharap, Presiden Jokowi, Panglima TNI, dan Kapolri dapat memberi atensi terhadap kasus ini dan mengusutnya secara cepat dan tuntas. Sehingga ia bersama anak-anaknya dapat kembali melanjutkan kehidupan dengan tenang.

Di lokasi kejadian, Theresa Onne tak kuasa menahan air mata. Sambil terisak-isak, dia berharap kasus ini bisa terungkap dengan cepat.

Sementara itu, Kuasa hukum Theresa One, Yunanto Adie berharap kendala yang dihadapi pihak Kepolisian dapat diatasi. Dia meminta kepada pihak-pihak terkait dapat mendorong kasus ini segera terungkap.

"Takutnya kasusnya akan menguap dan menjadi preseden buruk nantinya,  akan ada kasus yang sama menimpa orang lain," pungkasnya. rmol news logo article

EDITOR: AGUS DWI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA