Seluruh prajurit berasal dari satuan Batalyon Arhanud 1 Kostrad. Latihan perang ini rencananya akan dikunjungi Presiden Jokowi, Jumat, (19/5). Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Arm Alfret Denny Tuejeh menerangkan, insiden ini terjadi karena gangguan pada salah satu pucuk meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1 Kostrad. Insiden latihan ini terjadi pukul 11.21 WIB, kemarin siang. Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
"Salah satu pucuk Meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1 Kostrad yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi, pembatasan ring gerak laras senjata tidak berfungsi dengan baik, sehingga tidak dapat dikendalikan dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan 8 prajurit lainnya mengalami luka-luka karena terkena tembakan," terang Alfret dalam keterangan persnya.
Pihaknya tengah melakukan investigasi kejadian tersebut. "Pimpinan TNI AD menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Alfret.
Keempat prajurit yang gugur yakni Kapt Arh Heru Bayu, Praka Edy, Pratu Marwan dan Pratu Ibnu Hidayat. Sedangkan prajurit yang terluka yakni Serda Alfredo Siahaan, Sertu Blego, Prada Wahyu Danar, Pratu Bayu Agung, Pratu Ridai, Pratu Didik, Praka Edi Sugianto dan Pelda Dawid.
Korban yang meninggal telah dipulangkan ke rumah duka masing-masing. Meski terjadi insiden yang berakibat korban tewas, latihan perang belum akan dihentikan. Seperti diketahui, prajurit melakukan gladi bersih untuk latihan kesiapsiagaan PPRC 2017 yang akan dilakukan Jumat 19 Mei. Rencananya, TNI akan melakukan pembaretan kepada gubernur se-Indonesia
Di jagad Twitter, akun politisi PKS @Fahrihamzah berduka atas insiden ini. "Innalillahi baru dengar kecelakaan dalam latihan perang TNI di Natuna... Ya Allah," kicaunya, serupa dengan akun resmi @tni_ad. "Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah gugur 4 prajurit TNI AD saat latihan di Natuna, mohon doa untuk kesembuhan 8 prajurit lain yang terluka."
Ratusan netizen meretwet kicauan dua akun tersebut. Hampir semua merasa berduka. Tweeps @handia_asyik berdoa prajurit yang gugur mati sahid. "Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga sahid, TNI latihan semata-mata untuk pertahanan NKRI. Bravo TNI," cuit dia, senada dengan @AstoRiskon. "Semoga amal baiknya diterima Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan amien."
Meski demikian, akun @detrisz mengkritisi. "Kabarnya itu karena senjata buatan China meledak. Saran bang, ngapain lagi kita beli alutsista dari China udah mahal ga kualitas," kicaunya, senada dengan @yang_cerah. "Duh.. Pake produk Cina, pake yang bagus dong. Kangan biarkan prajurit kita yang terlatih gagah berani jadi korban," saran dia.
Sementara @imasrofi mengimbau netizen tidak membawa sentimen ini. "Kok pada nyalahin china. Aneh, alergi banget sama produk china. Bukan mengagungkan china, tapi emang negara luar biasa kemajuannya." Akun @detrisz menengahi. "Lebih baik pake produk dalam negeri."
Akun @nurzain_jkt mengingatkan soal kualitas dan perawatan alutsista. "Nyawa prajurit TNI/ keluarga dan anak yang ditinggalkan ayahnya dan tak pernah kembali selama-lamanya, harus lebih mahal alutsista yang kita beli." Akun @widodopoo berharap kejadian ini tak terulang. "@Puspen_TNI mohon jangan sampai ada korban lagi, hidup mulia atau mati syahid. Jangan mati dengan sia-sia," cuitnya.
Serupa, di kolom komentar pembaca berita terkait, selain ucapan belasungkawa, netizen juga mengkritik alutsista buatan Tiongkok. Seperti Wawan Elfata. "Ya ini akibat pake Alutsista buatan Cina. Semua produk dari Cina emg rongsokan. Bus Trans Jakarta dulu semuanya juga rongsokan." Pembaca Jason Bunawi menanggapi. Menurutnya ini kecelakaan, tinggal didoakan saja. "Arab Turkey pake Alusista cina aman aman saja tuh," katanya. ***
BERITA TERKAIT: