"Terjadinya saya kurang tahu, tapi suami saya yang menceritakan kepada saya," kata Herbudianti saat bersaksi (Rabu, 30/04).
Jawaban Herbudianti memancing penasaran Majelis Hakim untuk menanyakan perasaan Herbudianti. "Marah nggak pas bapak (Gatot) bilang gitu (nikah siri)," kata Hakim Ketua Badrun Zaini.
"Marah sih engga cuma sedih. Ya mau gimana lagi," jawab Herbudianti tersipu.
Meski begitu, Herbuadianti mengaku tidak ada perubahan dari sikap suaminya setelah menikah siri dengan Holly."Tidak ada perubahan (sikap)yang mulia, biasa saja," kata Herbudianti.
Selain itu, Gatot juga kata Herbudianti, tidak pernah membahas soal Holly setelah menikah."Kenal sama Holly?," tanya Hakim lagi."Tahu, tapi tidak pernah bertemu," jawab Herbudianti.
Sementara itu, dua mantan anak buah Gatot yang juga dihadirkan dimuka sidang, Lestari Wulandari dan Indra Kusuma, tidak tahu kehidupan pribadi atasannya. Saat Holly menyambangi kantor Gatot di BPK, kedua saksi hanya tahu jika Holly adalah saudara Gatot.
"Ngakunya saudara, Ditanyakan keperluannya, kemudian meninggalkan pesan karena pak Gatot sedang tidak ada," kata Indra Kusuma.
Sidang sendiri rencananya bakal dilanjutkan Rabu, 7 Mei pekan depan dengan menghadirkan saksi sopir pribadi Gatot di BPK dan petugas forensik yang memeriksa jenazah Holly.
Gatot Supiartono merupakan mantan Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang biasa menangani audit di bidang Polhukam antara lain pemeriksaan di lingkungan Kemhan, TNI dan POLRI.
Dia didakwa melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Gatot didakwa menyuruh lima orang masing-masing Surya Hakim, Abdul Latief, Pago Satria, Elriski dan Rusky (saat ini masih DPO) untuk membunuh Holly. Namun dalam persidangan sebelumnya, terkuak bahwa inisiator pembunuhan Holly bukanlah Gatot, melainkan Surya Hakim, sopir Gatot.
[dem]
BERITA TERKAIT: