Menurut Mahyuddin, pertanyaan pertama yang dilontarkan penyidik kepadanya seputar hubungannya dengan bekas ketua umum Partai Demokrat itu.
"Saya jawab, baik-baik saja sampai saat ini. Kami dari HMI (himpunan mahasiswa islam) di Komisi X," kata dia selepas menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Kamis (12/12).
Kedua, masih kata Mahyuddin, dirinya juga dikorek seputar perubahan anggaran proyek Hambalang dari
single years ke
multy years. Diketahui, perubahan anggaran itulah yang bermasalah dan tercium adanya praktik suap-menyuap oleh KPK dalam pengucuran anggaran tersebut.
"Yang kedua itu proses anggaran dari awal sampai
multy years," jelasnya tanpa merinci.
Terakhir, Mahyuddin mengaku dikorek soal proses kongres. Mahyuddin ditanya apakah sempat menerima hadiah atau janji dari Anas Urbaningrum di kongres yang berlangsung di Bandung tahun 2010 tersebut.
"(Seputar) itu saja," demikian Mahyuddin.
[rus]
BERITA TERKAIT: