"Nggak ada, saya nggak ikut Kongres," kata Mahyuddin usai menjalani pemeriksaan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (12/12).
Mahyuddin diperiksa sekitar enam jam oleh penyidik KPK. Dia berdalih hanya datang ke Kongres Partai Demokrat saat pembukaanya saja. Karenanya dia menekankan bahwa tak benar jika dirinya disebut menerima duit Rp 600 juta saat Kongres.
"Nggak, nggak ada," dalihnya.
Nama Mahyuddin sendiri disebut dalam persidangan terdakwa Deddy Kusdinar oleh saksi Cece Ibrahim Lintang baru-baru ini. Adik Wafid Muharram itu mengaku diperintahkan kakaknya untuk menyerahkan sebuah tas kepada anggota DPR asal Fraksi Partai Demokrat, Mahyuddin. Tas tersebut diserahkan ke Mahyuddin melalui seseorang yang bernama Riswan sehari sebelum Kongres Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu.
Cece kemudian dihubungi oleh pegawai Kemenpora, Poniran. Kepada Cece, Poniran memberitahukan bahwa titipan tas akan diserahkan oleh staf Kemenpora bernama Jana. Akhirnya, Cece janjian dengan Jana bertemu di gerbang keluar Tol Cileunyi.
Setelah menerima tas itu, Cece kemudian menghubungi Riswan. Keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah rumah makan di Setiabudi, Bandung untuk menyerahkan tas. Riswan diketahui merupakan orang dekat Mahyuddin. Sementara itu, Poniran menyatakan bahwa tas yang dimaksudkan bahan kongres untuk Mahyuddin tersebut adalah uang Rp 600 juta.
"Jadi saya, anda, dan KPK mencari tahu. Ya di persidangan kan muncul kan harus ditelusuri. Jadi saya minta ditelusuri," kata Mahyuddin ditanya soal uang itu lagi.
[rus]
BERITA TERKAIT: