Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita di Kopenhagen.
Rasmussen mengatakan posisi Denmark sejalan dengan sikap Uni Eropa, khususnya dalam menyambut adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSC) 2797.
Selain mendukung resolusi tersebut, Rasmussen turut memuji proposal otonomi Maroko yang dinilainya kredibel.
Menurutnya inisiatif tersebut memberikan kontribusi serius dan penting terhadap proses politik yang sedang berlangsung di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Denmark memuji rencana tersebut dan sikapnya sejalan dengan posisi Uni Eropa, adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797,” kata Rasmussen, dikutip Minggu, 6 September 2026.
Rasmussen juga kembali menegaskan bahwa rencana otonomi Maroko dapat menjadi pijakan untuk mencapai kesepakatan di antara seluruh pihak.
Denmark saat ini merupakan anggota Dewan Keamanan PBB dan turut mengambil bagian dalam proses diplomatik mengenai penyelesaian persoalan tersebut.
Melalui sikapnya itu, Denmark menegaskan dukungan terhadap kedaulatan Maroko atas wilayah Saharanya serta rencana otonomi yang ditawarkan Rabat sebagai salah satu dasar bagi tercapainya penyelesaian politik yang disepakati bersama.
BERITA TERKAIT: