“Turunkan suku bunga atau saya akan berhenti berdagang dengan negara-negara yang mengalami defisit dengan kita, yang mana Mahkamah Agung AS, dalam keputusan Tarifnya yang menggelikan dan sangat mahal, dengan tegas mengakui bahwa 'Presiden' memiliki hak mutlak untuk melakukan hal tersebut," kata Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip Minggu, 6 September 2026.
Menurutnya, langkah tersebut lebih baik dibandingkan menerapkan tarif terhadap negara-negara yang mengalami surplus perdagangan dengan Amerika Serikat.
“Ini lebih baik daripada tarif! Dewan Fed, dengan pemimpin barunya yang hebat, harus lebih cerdas - jadilah patriot untuk perubahan,” tegas Trump.
Defisit perdagangan terjadi ketika nilai impor suatu negara lebih besar dibandingkan ekspornya. AS mencatat defisit perdagangan terbesar dengan China, yakni lebih dari 200 miliar dolar AS pada tahun lalu, disusul Meksiko dan Vietnam.
Secara keseluruhan, AS mencatat defisit perdagangan sebesar 1,2 triliun dolar AS dengan seluruh mitra dagangnya pada tahun yang sama.
Pernyataan Trump merespons laporan ketenagakerjaan Agustus menunjukkan perekonomian AS masih cukup kuat.
Perusahaan-perusahaan AS menambah 162.000 pekerja pada Agustus, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan ekonom. Kondisi tersebut justru membuka peluang bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga guna merespons kekhawatiran inflasi.
Trump mengatakan dirinya berbicara dengan Ketua The Fed Kevin Warsh, yang dipilihnya untuk menggantikan Jerome Powell setelah sebelumnya berulang kali mendesak Powell memangkas suku bunga.
“Aku berbicara dengannya, ya,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office.
Sementara itu, The Fed menolak berkomentar mengenai unggahan Trump.
BERITA TERKAIT: