Tawaran tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter.
Kapal itu dirancang untuk memungkinkan pengolahan hasil tangkapan ikan secara langsung sehingga kualitas produk dapat lebih terjaga.
“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.
Menindaklanjuti tawaran tersebut, Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih jauh teknologi kapal yang ditawarkan Rusia, termasuk potensi pemanfaatannya bagi penguatan sektor perikanan Indonesia.
Selain kerja sama perkapalan, Rosan menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat semakin memperluas akses perdagangan sekaligus membuka peluang investasi antara Indonesia dan Rusia.
Peluang penguatan hubungan ekonomi tersebut dinilai semakin besar seiring pertumbuhan perdagangan Indonesia-Rusia yang tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.
“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” pungkas Rosan.
BERITA TERKAIT: