Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 25 Agustus 2026, 13:42 WIB
Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa (Foto: X)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) menghapus negaranya dari daftar negara sponsor terorisme. 
HUT RMOL news

Keputusan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam membuka jalan bagi pemulihan ekonomi dan pembangunan kembali Suriah.

"Hari ini, Suriah melepaskan noda gelap dan menghapus babak menyakitkan dari masa lalunya untuk memulai jalan pembangunan, rekonstruksi, dan pembangunan kembali," kata al-Sharaa dalam pidatonya, dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.

Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menyatakan Suriah tidak lagi dikenai larangan berdasarkan Terrorism List Governments Sanctions Regulations. 

Bersamaan dengan itu, Washington juga mencabut penetapan Al-Nusrah Front atau Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) sebagai organisasi teroris global yang ditetapkan secara khusus.

OFAC turut menghapus HTS dari daftar Specially Designated Nationals and Blocked Persons. Sebagai konsekuensinya, General License 25 yang sebelumnya mengizinkan transaksi tertentu yang semula dilarang karena keterlibatan HTS dalam pemerintahan Suriah juga dicabut karena dinilai tidak lagi diperlukan.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah memberi tahu Kongres pada 8 Juli mengenai rencana pencabutan status tersebut, setelah bertemu Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di Ankara. 

Suriah menyandang status negara sponsor terorisme sejak 1979, sehingga pencabutan ini mengakhiri status yang telah berlaku selama hampir lima dekade.

Label tersebut selama ini menjadi salah satu hambatan bagi bantuan keamanan, transaksi keuangan, dan investasi asing ke Suriah. 

Keputusan Washington mengikuti perubahan politik besar di Suriah setelah rezim Assad tumbang pada Desember 2024 dan pemerintahan al-Sharaa berupaya memulihkan stabilitas negara.

HTS sebelumnya merupakan salah satu kelompok bersenjata paling menonjol dalam perlawanan terhadap pasukan Assad selama perang saudara Suriah. 

Kelompok tersebut dipimpin al-Sharaa, yang kemudian menjadi presiden setelah Assad digulingkan.

Kebijakan AS itu juga memperkuat pendekatan baru Washington terhadap pemerintahan Suriah. 

Al-Sharaa sebelumnya telah bertemu Trump di Riyadh pada Mei 2025, sebelum AS mencabut sanksi, dan kemudian melakukan kunjungan bersejarah ke Gedung Putih pada November 2025, menjadi pemimpin Suriah pertama yang berkunjung sejak negara itu merdeka pada 1946.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA