Sebanyak 18 orang dilaporkan terluka setelah dua perangkat peledak meledak di pusat kota Damaskus.
Menurut laporan kantor berita negara, SANA, dua alat peledak ditemukan oleh pasukan keamanan, dan ledakan terjadi saat unit spesialis mencoba menjinakkan perangkat tersebut.
Satu perangkat diletakkan di dalam kendaraan yang terparkir, sementara yang lain disembunyikan di tempat sampah.
Analisis menunjukkan lokasi ledakan berada sekitar 125 meter dari Hotel Four Seasons, di jalur utama ibu kota.
Saat kejadian berlangsung, Presiden Macron sedang berada di istana presiden untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya, Ahmed al-Sharaa. Pihak Prancis mengonfirmasi bahwa Macron dalam kondisi aman dan tidak mendengar ledakan tersebut.
Kunjungan ini merupakan tonggak penting karena Macron menjadi pemimpin Uni Eropa pertama yang mengunjungi Suriah sejak jatuhnya rezim Assad pada Desember 2024.
Perjalanan ini menandai kembalinya Suriah ke panggung global setelah bertahun-tahun mengalami isolasi internasional.
Insiden ini menyoroti tantangan keamanan besar yang masih dihadapi otoritas Suriah, termasuk ancaman dari berbagai kelompok militan seperti Islamic State.
Meskipun situasi keamanan belum sepenuhnya stabil, Macron tetap menegaskan dukungannya terhadap aspirasi rakyat Suriah untuk hidup dalam negara yang berdaulat, aman, dan bersatu.
Setelah kunjungan ke Suriah ini, Presiden Prancis dijadwalkan akan melanjutkan perjalanannya ke Turki untuk menghadiri pertemuan puncak NATO.
Hingga saat ini, kementerian dalam negeri Suriah telah meluncurkan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: