Istana Bantah Haji Isam Ditunjuk Jadi Koordinator Karhutla Kalimantan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 23 Agustus 2026, 14:22 WIB
Istana Bantah Haji Isam Ditunjuk Jadi Koordinator Karhutla Kalimantan
Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Kecil Besar
rmol news logo Istana membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
HUT RMOL news

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, informasi tersebut tidak benar. 

Menurutnya, pemerintah memang meminta seluruh pihak ikut membantu penanganan karhutla, tetapi Haji Isam tidak ditunjuk sebagai koordinator karena kewenangan tersebut bukan berada di pihaknya.

"Tidak ada, tidak benar. siapa yang menyetuskan isunya. Di medsos kan banyak trending tapi kan belum tentu itu yang bener dan sudah jadi masalah. Bahwa semua pihak diminta ikut membantu itu benar. Tapi kalau menjadi koordinator itu tidak karena itu kewenangannya bukan disitu," ujar Prasetyo dalam konferensi pers di JCC, Minggu, 23 Agustus 2026.

Selain itu, pemerintah pusat juga telah membagi tugas kepada sejumlah pejabat setingkat menteri untuk memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalimantan.

"Dan Kita pemerintah pusat sudah menunjuk beberapa pejabat setingkat menteri untuk berbagi wilayah. Jadi memang kita bagi tugas untuk atensi Kalimantan barat, Tengah dan seterusnya. memang kita atur seperti itu," kata dia.

Prasetyo menjelaskan, pembagian tugas tersebut dilakukan pemerintah pusat untuk memastikan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan mendapat perhatian lebih dan dapat dilakukan secara cepat. 

Sejumlah pejabat ditugaskan berbagi fokus wilayah, termasuk untuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan daerah lainnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus penanganan karhutla, Prasetyo mengatakan pemerintah belum melihat kebutuhan untuk membentuknya. 

Sebab, koordinasi lintas sektor yang sudah berjalan dinilai cukup kuat di lapangan.

"Saya kira belum karena kemarin hasil dari lapangan penganan yang itu koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat. Kalaupun ada keperluan penambahan beberapa peralatan, termasuk heli water bomb, termasuk apb dan penambahan pasukan sudah semua dikerjakan," ujarnya.

Sebelumnya beredar informasi bahwa Haji Isam mendapat mandat khusus untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. 

Dia bahkan disebut telah berada di Banjarmasin dan mengikuti rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda setempat.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA