Melalui unggahan di media sosial X, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei bahkan memperingatkan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari kawasan Teluk Persia jika tekanan ekonomi Washington terus berlanjut.
“Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak setetes pun minyak akan diekspor, baik melalui Selat Hormuz maupun dari mana pun di Teluk Persia," tulis Rezaei, dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
"Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara mana pun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang," lanjutnya.
Dalam sebuah wawancara televisi nasional, Rezaei juga mengatakan Iran telah belajar menghindari sanksi AS selama bertahun-tahun sehingga tetap dapat menjual minyak.
Ia kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman perdamaian Iran-AS yang ditandatangani pada Juni.
Menurut Rezaei, Washington harus mengambil langkah pertama untuk memenuhi kesepakatan tersebut. Posisi Iran, katanya, tidak berubah dan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada tindakan AS.
Ancaman tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan melancarkan “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah ada” terhadap Iran. Trump menyebut kebijakan itu sebagai perang ekonomi dan isolasi terhadap Iran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
BERITA TERKAIT: