Politikus senior BNP berusia 78 tahun itu berhasil mengalahkan rivalnya, Kolonel (Purn) Oli Ahmed, Ketua Partai Liberal Democratic dan kandidat yang diusung aliansi oposisi 11 partai yang dipimpin Jamaat-e-Islami.
Ketua Komisi Pemilihan Umum sekaligus pejabat pengawas pemilu, AMM Nasir Uddin pada Kamis, 20 Agustus 2026 mengumumkan bahwa Alamgir mengantongi 255 suara, sementara Oli Ahmed memperoleh 88 suara.
Dari total 349 pemilih terdaftar, sebanyak 343 anggota parlemen menggunakan hak pilihnya, sedangkan enam lainnya tidak memberikan suara.
Kemenangan tersebut menempatkan Alamgir di posisi tertinggi dalam sistem politik Bangladesh setelah BNP memenangkan pemilihan umum pada Februari 2026.
Pergantian kepemimpinan ini juga menjadi bagian dari dinamika politik baru Bangladesh setelah periode pergolakan politik yang berlangsung sejak 2024.
Presiden terpilih dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden Bangladesh di Darbar Hall, Bangabhaban pada Jumat malam, 21 Agustus 2026.
Pemilihan kali ini tercatat sebagai pemilihan presiden kompetitif pertama di Bangladesh sejak 1991.
Selama beberapa dekade terakhir, kursi kepresidenan umumnya diisi melalui konsensus politik atau pemilihan tanpa kandidat penantang.
Pemilihan presiden tersebut digelar setelah Mohammed Shahabuddin, yang dikenal sebagai orang dekat mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, mengundurkan diri bulan lalu dengan alasan kesehatan.
BERITA TERKAIT: