Kali ini, Pemerintah Pantai Gading (Côte d’Ivoire) menegaskan kembali dukungan penuh terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Kerajaan Maroko atas seluruh wilayahnya, termasuk kawasan Sahara.
Penegasan tersebut disampaikan dalam komunike bersama yang diterbitkan setelah pertemuan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Warga Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita, dengan Menteri Negara sekaligus Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Pantai Gading, Nialé Kaba, di Rabat pada Kamis, 21 Mei 2026 waktu setempat.
Dalam kunjungan kerja pertamanya ke Maroko, Nialé Kaba kembali menegaskan posisi negaranya yang selama ini konsisten mendukung Rabat.
“Dukungan konstan Pantai Gading terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Kerajaan atas seluruh wilayahnya, termasuk wilayah Sahara," tegas Kaba.
Tidak hanya itu, Pantai Gadingjuga menegaskan dukungan negaranya terhadap Inisiatif Otonomi yang diusulkan Maroko sebagai jalan keluar politik bagi sengketa Sahara.
Dalam semangat yang sama, Abidjan menyambut baik adopsi Resolusi 2797 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 31 Oktober 2025.
Menurut komunike bersama, Pantai Gading menilai resolusi tersebut memberikan landasan yang kuat bagi penyelesaian politik yang berkelanjutan.
"Inisiatif otonomi yang diajukan Maroko sebagai satu-satunya landasan yang serius, kredibel, dan langgeng untuk mencapai solusi politik atas sengketa Sahara," tegasnya.
Sementara itu, Bourita menyampaikan apresiasi atas sikap Pantai Gading yang dinilai tidak pernah bergeser dalam mendukung posisi Maroko.
Ia menegaskan bahwa hubungan kedua negara terus berkembang dalam kerangka kemitraan strategis yang erat dan saling menguntungkan.
Sebagai bukti konkret kedekatan hubungan bilateral tersebut, Bourita menyinggung pembukaan Konsulat Jenderal Pantai Gading di Laayoune pada 18 Februari 2020.
BERITA TERKAIT: