Kemenag Seleksi Calon Penerima Beasiswa Maroko 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 08 Juni 2026, 08:30 WIB
Kemenag Seleksi Calon Penerima Beasiswa Maroko 2026
Ilustrasi (Foto: Kemenag)
rmol news logo Kementerian Agama mulai menjaring calon mahasiswa terbaik untuk mengikuti Program Beasiswa Kerajaan Maroko Tahun 2026. 

Proses seleksi diawali dengan Computer Based Test (CBT) yang digelar serentak secara nasional pada Minggu 7 Juni 2026 melalui jaringan Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Seleksi ini menjadi tahap awal untuk menentukan peserta yang akan direkomendasikan kepada Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI) melalui Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Indonesia. Tahun ini, pemerintah Maroko menyediakan 50 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag).

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron, mengatakan proses seleksi dirancang secara transparan dan objektif guna memperoleh kandidat terbaik dari seluruh Indonesia. CBT difokuskan untuk mengukur kemampuan bahasa Arab peserta yang menjadi syarat utama dalam mengikuti perkuliahan di berbagai perguruan tinggi Maroko.

“Seleksi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Timur Tengah. Kemampuan bahasa Arab menjadi aspek fundamental karena akan menentukan keberhasilan mereka dalam mengikuti proses akademik di kampus tujuan,” ujarnya, dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin 8 Juni 2026. 

Peserta yang lolos tahap CBT akan melanjutkan ke seleksi wawancara. Pada tahap ini, panitia akan menilai kemampuan hafalan Al-Quran, qiraatul kutub, wawasan keislaman, serta wawasan kebangsaan.

Nilai akhir peserta merupakan gabungan dari hasil CBT dengan bobot 60 persen dan wawancara sebesar 40 persen. Skema tersebut diharapkan mampu menghasilkan calon penerima beasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan keislaman yang memadai.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kustiawan, menjelaskan CBT tahun ini dilaksanakan secara daring menggunakan perangkat komputer yang telah dilengkapi aplikasi Safe Exam Browser (SEB). Pengawasan dilakukan secara langsung melalui aplikasi konferensi video guna menjaga keamanan dan integritas ujian.

“Seluruh peserta mengikuti ujian berbasis komputer dengan mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan panitia. Kami berupaya memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Kustiawan.

Hasil CBT dijadwalkan diumumkan pada 9 Juni 2026. Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti wawancara pada 10 Juni 2026, sebelum pengumuman akhir calon penerima beasiswa dilakukan pada 12 Juni 2026. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA