Raja Maroko Ampuni Suporter Senegal yang Terjerat Kasus Piala Afrika 2025

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 24 Mei 2026, 09:32 WIB
Raja Maroko Ampuni Suporter Senegal yang Terjerat Kasus Piala Afrika 2025
Raja Maroko Mohammad VI (Foto: Istimewa)
rmol news logo Raja Maroko, Mohammed VI, memberikan pengampunan kerajaan (Royal Pardon) kepada sejumlah suporter Senegal yang sebelumnya divonis atas pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan Piala Afrika 2025 di Maroko. 

Mengutip pernyataan resmi Kantor Kerajaan Maroko, Minggu, 24 Mei 2026, pengampunan itu diberikan menjelang perayaan Iduladha dan didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan. 

Langkah tersebut juga menjadi simbol kuat hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Kerajaan Maroko dan Republik Senegal.

"Mengingat hubungan persaudaraan yang telah terjalin sejak lama antara Kerajaan Maroko dan Republik Senegal, dan bertepatan dengan datangnya Idul Adha, Yang Mulia Raja Mohammed VI, semoga Allah membantunya, dengan penuh rahmat telah memutuskan, atas dasar kemanusiaan, untuk memberikan pengampunan kerajaan kepada para pendukung Senegal yang dihukum karena pelanggaran yang dilakukan selama kompetisi Piala Afrika yang diselenggarakan oleh Kerajaan Maroko dari tanggal 21 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026," demikian bunyi pernyataan tersebut. 

Dalam keterangannya, pihak istana menegaskan bahwa keputusan tersebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan, persaudaraan, dan kerja sama yang selama ini menghubungkan kedua negara. 

Kebijakan pengampunan itu juga dinilai sebagai wujud nyata nilai-nilai yang menjadi fondasi identitas Maroko, seperti belas kasih, kemurahan hati, serta semangat toleransi.

“Melalui Keputusan Agung ini, Yang Mulia Raja, semoga Allah memuliakan-Nya, menegaskan kedalaman ikatan persahabatan, persaudaraan, dan kerja sama yang kuat yang menyatukan Kerajaan Maroko dan Republik Senegal. Pengampunan ini selanjutnya mencerminkan nilai-nilai utama yang abadi yang mendasari identitas Maroko, yang terpenting di antaranya adalah kemurahan hati, kebajikan, kedermawanan, dan semangat toleransi," lanjut pernyataan tersebut.

Pada momentum yang sama, Raja Mohammed VI turut menyampaikan ucapan selamat Iduladha kepada Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye, beserta pemerintah dan seluruh rakyat Senegal.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA