Kendati demikian, keputusan itu tetap ditempuh demi menjaga amanah rakyat dan memastikan tidak ada penyelewengan uang negara.
"Saya katakan, berat bagi saya. Ini orang yang saya angkat. Ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat," ujarnya saat menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu, 3 Juni 2026.
Dengan nada emosional, Prabowo mengaku sedih harus mengganti orang-orang yang sebelumnya ia percaya dan beri amanah untuk menjalankan tugas besar negara.
"Tidak bisa saya tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih, karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujar Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa keputusan tersebut berangkat dari prinsip menjaga kepentingan rakyat di atas segalanya, sembari mengingat pesan almarhum ayahnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo.
"Tapi ingat kata-kata almarhum ayah anda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, Prabowo, kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," tegasnya.
Dia juga menegaskan tidak ingin banyak berkomentar terkait proses hukum yang sedang berjalan, agar tidak menimbulkan persepsi intervensi terhadap aparat penegak hukum.
"Saya tidak mau banyak komentar karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum, karena itu saya tidak boleh banyak komentar nanti seolah saya mempengaruhi. Tapi yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya," paparnya.
Pada Rabu sore, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program MBG periode 2025-2026.
Informasi itu diumumkan sehari setelah Dadan dan dua wakilnya diberhentikan oleh Presiden Prabowo dari jabatan mereka di BGN.
Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan.
Kemudian dua wakil kepala BGN digantikan oleh Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono.
BERITA TERKAIT: