Menurutnya, kehadiran militer AS di Timur Tengah tidak membawa stabilitas bagi kawasan. Sebaliknya, justru memperumit situasi keamanan regional.
"Keberadaan pangkalan militer AS telah menjadi sumber ketidakstabilan di kawasan tersebut," tegasnya dalam sebuah wawancara, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Selain membahas isu regional, Araghchi juga menyinggung perkembangan domestik dan internasional yang berkaitan dengan perang yang terjadi baru-baru ini.
Dia menyebut para pemimpin Iran tetap berada di lapangan selama masa krisis dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Terkait kesiapan militer, Araghchi mengungkapkan bahwa sebelum perundingan internasional sebelumnya berlangsung, telah muncul indikasi kuat bahwa konfrontasi dapat pecah sewaktu-waktu.
Karena itu, Iran memasuki periode tersebut dengan kesiapan penuh baik secara politik maupun militer.
BERITA TERKAIT: