Dalam pernyataannya yang diunggah di akun X @TravelGov, Departemen Luar Negeri AS meminta warga negaranya untuk terus memantau perkembangan terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu.
"Karena tingginya ketegangan di kawasan, lingkungan keamanan tetap kompleks dan dapat berubah dengan cepat. Kami mengingatkan warga negara AS di Timur Tengah untuk terus berhati-hati dan memantau berita terkait perkembangan terbaru," menurut pernyataan tersebut, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
AS juga mempertahankan status peringatan perjalanan Level 3 atau Reconsider Travel (pertimbangkan kembali perjalanan) untuk sejumlah negara di Timur Tengah. Negara-negara tersebut meliputi Bahrain, Israel, Tepi Barat (West Bank), Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Status Level 3 diberikan kepada negara yang dinilai memiliki risiko keamanan lebih tinggi sehingga warga AS disarankan untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanannya.
Sementara itu, Iran, Irak, Lebanon, Suriah, Gaza, dan Yaman masih berada pada peringatan perjalanan Level 4 atau Do Not Travel (jangan bepergian). Status ini merupakan tingkat peringatan tertinggi yang dikeluarkan pemerintah AS dan biasanya diberikan kepada wilayah yang menghadapi konflik, ancaman terorisme, atau risiko keamanan serius lainnya.
Pemerintah AS menegaskan bahwa warganya harus tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi secara berkala mengingat kondisi keamanan di Timur Tengah masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.
BERITA TERKAIT: