Dalam Pidato Khusus Idulfitri 2026, Anwar mengatakan Malaysia tidak akan terlepas dari dampak konflik di kawasan tersebut. Ia menyebut ketegangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran berpotensi meluas dan memengaruhi kondisi ekonomi negara-negara lain, termasuk Malaysia.
Ia mengingatkan bahwa konflik tersebut bisa berdampak pada kenaikan harga minyak, barang kebutuhan pokok, serta biaya hidup masyarakat. Karena itu, warga diminta untuk lebih waspada terhadap tekanan ekonomi yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
“Pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk meringankan beban rakyat. Kita bertanggung jawab untuk menghidupkan kembali semangat Ramadan dan nilai-nilai kepedulian terhadap kaum miskin,” ujarnya, dikutip dari Kantor Berita Bernama, Sabtu 21 Maret 2026.
Anwar yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan menyatakan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi Malaysia. Ia menilai capaian ekonomi dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ke depan.
“Dan kami, Pemerintah MADANI, akan berupaya untuk mempertahankan dan memperkuat posisi ini seiring bertambahnya tantangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anwar menekankan bahwa Ramadan merupakan “madrasah” yang membentuk karakter melalui akhlak dan adab. Ia menilai nilai-nilai spiritual yang ditanamkan selama bulan Ramadan harus terus dijaga sebagai fondasi kekuatan batin umat Islam.
Ia juga mengutip pandangan ulama Izz bin Abd al-Salam mengenai tujuan puasa.
“Tujuan puasa, Maqasid al-Sawm, mengandung hikmah untuk memperkuat akhlak dan membebaskan diri dari belenggu keinginan duniawi,” katanya.
BERITA TERKAIT: