Gedung Putih dalam sebuah pernyataan menyebut para pemimpin berbicara tentang peran penting Mesir dalam pembebasan sandera dari Gaza. Sementara Sisi pada gilirannya menyatakan keyakinan bahwa Trump dapat membawa perdamaian ke wilayah tersebut..
Mesir mengatakan kedua pemimpin melakukan dialog positif yang menekankan pentingnya penerapan penuh fase pertama dan kedua gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas, dan perlunya meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Tidak ada pernyataan yang menyebutkan rencana Trump untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza ke Mesir dan Yordania.
Sebelum pertemuan itu, Presiden Mesir lebih dulu menyatakan penolakan terhadap rencana relokasi Trump, menyebutnya tidak adil.
Namun Trump menegaskan kembali seruannya, dia akan memastikan rencana itu terlaksana karena Amerika Serikat telah banyak memberikan bantuan terhadap Mesir dan Yordania.
"Kami melakukan banyak hal untuk mereka, dan mereka akan melakukannya," tugas Trump, seperti dimuat
Reuters.
Sisi mengundang Trump untuk mengunjungi Mesir sesegera mungkin guna membahas masalah-masalah di Timur Tengah..
Kedua presiden juga membahas perlunya memperkuat hubungan ekonomi dan investasi mereka, katanya.
Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin juga membahas Bendungan Grand Ethiopian Renaissance, sebuah proyek yang disengketakan yang telah lama ditentang Mesir karena kekhawatiran tentang pasokan air masa depannya dari Sungai Nil.
BERITA TERKAIT: