Saat memulai pidatonya di pembukaan KTT G20, Sabtu (9/9), Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan kesedihan dan ucapan duka cita.
"Sebelum kita memulai proses G20, saya ingin menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa akibat gempa bumi di Maroko. Kami berdoa agar semua korban luka segera pulih," katanya seperti dikutip dari
Hindustan Times. “Seluruh dunia bersama Maroko di saat-saat duka ini. India siap menawarkan semua bantuan yang mungkin kepada Maroko di masa sulit ini,” lanjutnya.
Gempa bumi terjadi di pegunungan Atlas, Maroko, dengan kekuatan 6,8 SR, telah menewaskan hampir 300 orang dan 150 luka-luka.
Gempa juga gedung-gedung dan membuat orang berlarian untuk menyelamatkan diri pada Jumat malam sekitar pukul 23.11 waktu setempat.
Penduduk Marrakesh, kota besar terdekat dari pusat gempa, mengatakan beberapa bangunan kuno telah runtuh di kota tua, sebuah situs warisan dunia UNESCO.
Masjid Kutubiyya yang bersejarah di Marrakesh juga mengalami kerusakan parah.
Aliran listrik sempat padam beberapa menit, tetapi kemudian sebagian wilayah normal kembali.
KTT G20 akan berlangsung selama dua hari yang dimulai pada Sabtu hari ini di New delhi.
G20 kali ini bertema "Satu Bumi, Satu Keluarga, Satu Masa Depan."
Para pemimpin KTT G20 akan bertukar pandangan dalam tiga sesi, dengan harapan mencapai kemajuan dalam perdagangan, iklim, dan masalah global lainnya.
Selain Modi, Kanselir Jerman Olaf Scholz juga telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban gempa "dahsyat" Maroko.
"Simpati kami ditujukan kepada semua orang yang terkena dampak bencana alam ini," tulis Scholz, yang juga datang menghadiri KTT G20 di India.
BERITA TERKAIT: