“Kami dari Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai tidak bisa berdiam diri tanpa melakukan apa pun dengan melihat kejahatan dan kekejaman pasukan Rusia di Ukraina," ujar Agung Wisnu Hidayat, dalam pernyataan tertulis yang diterima
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/4).
Agus menyebut bahwa efek perang tersebut sangat dahsyat, yang juga bisa dirasakan di Indonesia seperti harga-hara yang melambungnya tinggi. Ia juga mengatakan sudah tidak tahan lagi melihat penderitaan akibat peperangan di Ukraina.
"Bagaimana dengan Anda? Kita merasa terdorong memakai hak demokrasi kita untuk bersuara membela perdamaian!†ujarnya.
Sebagai bentuk protesnya, Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai akan menyelenggarakan Aksi Damai pada Rabu 6 April di Kedutaan Besar Ukraian dan Rusia, dengan beberapa tuntutannya. Salah satunya salah menolak kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan G20 di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah.
"Situasi perang dan penderitaan rakyat Ukraina menyentuh hati masyarakat dunia. Bahaya pecahnya perang nuklir mencemaskan seluruh dunia. Bersama ini kami menyampaikan keprihatinan atas keadaan perang di Ukraina. Tuntutan kami adalah; Hentikan perang dan hentikan segala ancaman memakai senjata nuklir," kata Agus.
Hal lain dari tuntutan aliansi yang bermarkas di Tangerang ini adalah menarik semua pasukan dan tentara Rusia keluar dari Ukraina, menghentikan pelanggaran HAM yg terjadi di Ukraina, menghormati hak menentukan nasib sendiri rakyat Ukraina, sesuai yang tertera di Piagam PBB.
BERITA TERKAIT: