"Mulai bulan ini, tidak ada lagi gas Rusia di Lithuania," tulis Gitanas Nauseda di Twitter, Sabtu (2/4).
“Bertahun-tahun yang lalu negara saya membuat keputusan bahwa hari ini memungkinkan kita tanpa rasa sakit untuk memutuskan ikatan energi dengan agresor. Jika kita bisa melakukannya, seluruh Eropa juga bisa melakukannya!†tambahnya.
Menurut Menteri Energi Dainius Kreivys strategi kemandirian energi telah diluncurkan oleh Ukraina sejak 2009, jauh sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.
Meski begitu, saat ini tahap terakhir dari strategi tersebut. Nantinya kebutuhan gas Lithuania akan sepenuhnya diisi oleh terminal LNG Klaipeda.
"Tidak ada satu pun molekul gas Rusia yang akan memasuki sistem gas (Lithuania). Lithuania tidak akan membeli gas apapun dari negara agresor," tegasnya.
Mengutip pernyataan Kementerian Energi, Lithuania menjadi negara Uni Eropa pertama yang memperoleh kemerdekaan energi, khususnya dari Rusia.
Saat ini, negara-negara Uni Eropa sedang mencari sumber pasokan energi alternatif dan mengadakan pembicaraan dengan Polandia, Finlandia dan negara-negara Teluk untuk memenuhi kebutuhan mereka akan permintaan minyak dan gas.
BERITA TERKAIT: