Kesepakatan akhirnya dicapai setelah pembicaraan antara militer, pemerintah, dan pemukim selama beberapa hari.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai bersama Perdana Menteri Naftali Bennett dan Menteri Pertahanan Benny Gantz, para pemukim harus meninggalkan pemukiman Givat Eviatar paling lambat pada Jumat (2/7) pukul 4 sore waktu setempat.
Pemerintah berjanji untuk mendapatkan legalitas atas tanah dan membangun pemukiman di Yeshiva sebagai tindak lanjut.
Pemukiman Givat Eviatar didirikan tanpa izin pemerintah Israel pada Mei dan saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 50 keluarga.
Militer Israel kemudian memerintahkan agar pemukim meninggalkan kawasan tersebut karena memicu pertengkaran baru dengan Palestina dan dapat menggoyahkan koalisi Bennett.
"Kami akan melanjutkan kegiatan populer (protes) sampai pemukiman dikeluarkan dan tanah kami dikembalikan kepada kami," ujar wakil walikota Beita di Palestina, Moussa Hamayel.
Selama aksi protes, tentara Israel telah menembak mati lima warga Palestina.
Pemimpin pemukim Yossi Dagan mengatakan pihaknya telah sepakat untuk meninggalkan wilayah tersebut dengan rekomendasi agar rumah mereka tidak dibongkar.
BERITA TERKAIT: