Situasi ini mendorong tiga senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) mendesak Apple dan Google untuk menghapus aplikasi X dan Grok dari toko aplikasi mereka.
Dalam surat resmi yang dipublikasikan Jumat, 9 Januari 2026, senator Ron Wyden (Oregon), Ben Ray Lujan (New Mexico), dan Edward Markey (Massachusetts) menilai penyebaran gambar-gambar tersebut telah melanggar kebijakan dasar Apple dan Google terkait konten seksual dan eksploitasi anak.
“Apple dan Google harus menghapus aplikasi ini dari app store sampai pelanggaran kebijakan X benar-benar ditangani,” tulis para senator dalam surat tersebut, dikutip dari Reuters, Sabtu 10 Januari 2026.
Masalah ini mencuat sejak pekan lalu, ketika Grok, chatbot AI yang terintegrasi di platform X, secara masif menghasilkan gambar perempuan dan anak-anak dalam pose seksual, termasuk mengenakan bikini minim, pakaian transparan, hingga adegan yang bersifat merendahkan dan penuh kekerasan. Banyak gambar tersebut dibuat tanpa persetujuan pihak yang digambarkan.
Para senator menegaskan bahwa kebijakan Google secara tegas melarang aplikasi yang memfasilitasi eksploitasi atau pelecehan anak, sementara Apple melarang konten seksual atau pornografi di platformnya. Mereka juga mengingatkan bahwa kedua raksasa teknologi itu pernah bertindak cepat menghapus aplikasi bermasalah di masa lalu.
“Membiarkan perilaku X yang begitu mencolok ini sama saja dengan mempermainkan praktik moderasi konten Anda sendiri,” tulis para senator.
Apple dan Google belum memberikan tanggapan resmi atas surat tersebut.
Di tengah tekanan yang meningkat, xAI mulai membatasi sebagian kemampuan Grok dalam menghasilkan gambar. Permintaan publik untuk mengedit atau “melucuti” pakaian perempuan kini dibalas dengan pesan bahwa fitur pengeditan gambar hanya tersedia bagi pelanggan berbayar.
Meski demikian, pengguna X masih dapat membuat gambar seksual melalui tab Grok dan membagikannya di platform tersebut. Aplikasi Grok versi terpisah, yang tidak terhubung langsung dengan X, juga masih memungkinkan pembuatan gambar tanpa perlu berlangganan.
Senator Wyden menilai langkah tersebut sama sekali tidak menyelesaikan masalah. “Perubahan yang dilakukan X hanya membuat sebagian pengguna harus membayar untuk memproduksi gambar mengerikan, sementara Musk tetap meraup keuntungan dari pelecehan terhadap anak-anak,” tulis Wyden dalam email.
Tekanan internasional pun ikut meningkat. Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, mengatakan regulator media Ofcom diharapkan segera bertindak dalam hitungan hari, bukan minggu. Ia menegaskan bahwa X bisa dikenai denda besar atau bahkan diblokir di Inggris jika gagal mematuhi aturan.
“X harus segera mengendalikan situasi ini dan menurunkan konten tersebut,” ujar Kendall.
BERITA TERKAIT: