Mengutip laporan
Tasnim News Agency pada Jumat, 9 Januari 2026, penangkapan dilakukan saat kerusuhan berlangsung di beberapa kota pekan lalu.
“Seorang agen yang berafiliasi dengan dinas mata-mata Israel, yang beroperasi di antara para perusuh, telah diidentifikasi dan ditangkap oleh aparat keamanan," ungkap laporan tersebut.
Dikatakan bahwa agen mata-mata yang ditahan mengaku direkrut oleh intelijen Israel melalui media sosial.
Investigasi awal menunjukkan bahwa individu tersebut merupakan bagian dari jaringan mata-mata yang masih aktif. Pihak berwenang menyatakan informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah penyelidikan selesai.
Penangkapan terjadi di tengah gelombang protes yang sudah berlangsung hampir dua pekan akibat jatuhnya nilai mata uang dan kondisi ekonomi yang sulit karena sanksi Amerika Serikat.
Banyak demonstrasi berubah menjadi aksi kekerasan, dengan perusuh bersenjata menyerang aparat keamanan. Sedikitnya puluhan orang dilaporkan tewas, termasuk anggota polisi dan pasukan keamanan.
Di sisi lain, ribuan warga Iran turun ke jalan dalam aksi tandingan untuk menolak kekerasan terhadap aparat dan menyerukan agar protes dilakukan secara damai.
Situasi ini menambah ketegangan politik di Iran, yang juga diwarnai ancaman dari Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Republik Islam tersebut.
BERITA TERKAIT: