Sejauh ini, data dari WHO menunjukkan, Afrika sudah mencatat lebih dari 4,8 juta kasus Covid-19 dengan 130 ribu kematian.
"Banyak rumah sakit dan klinik Afrika masih jauh dari siap untuk mengatasi peningkatan besar pasien sakit kritis," ujar Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti pada Kamis (3/6).
"Ancaman gelombang ketiga di Afrika nyata dan meningkat," tambahnya, seperti yang dimuat
Al Jazeera.
Survei yang dilakukan oleh WHO pada Mei lalu menunjukkan, fasilitas dan personel kesehatan yang diperlukan untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala berat sangat tidak memadai.
Dari 23 negara yang disurvei, sebagian besar hanya memiliki kurang dari satu tempat tidur unit perawatan intensif per 100.000 penduduk, dan hanya sepertiga yang memiliki ventilator mekanik.
Sebagai perbandingan, negara-negara seperti Jerman dan Amerika Serikat memiliki lebih dari 25 tempat tidur per 100.000 orang.
"Pengobatan adalah garis pertahanan terakhir melawan virus ini dan kita tidak bisa membiarkannya dilanggar,†tegas Moeti.
Buruknya sistem perawatan kesehatan di Afrika tersebut kemudian mendapat tekanan dengan peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.
Di ibukota Republik Demokratik Kongo, Kinshasa, WHO mendeteksi penyebaran virus secara eksponensial pada bulan lalu. Sementara di Uganda, kasus Covid-19 melonjak 131 persen dalam satu pekan.
Hingga saat ini, hanya 2 persen warga Afrika yang sudah menerima setidaknya satu suntikan vaksin Covid-19. Bahkan empat negara Afrika belum memulai program vaksinasi, yaitu Tanzania, Burundi, Chad, dan Eritrea.
BERITA TERKAIT: