Mengutip laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2024. Pada awal 2026, BA.3.2 mulai menyebar lebih luas di setidaknya 23 negara.
Di Amerika Serikat sendiri, varian ini telah terdeteksi di 23 negara bagian melalui pengujian pada manusia maupun sampel air limbah. BA.3.2 dikategorikan sebagai “garis keturunan baru” yang sangat berbeda dibandingkan varian Covid-19 sebelumnya.
Secara genetik, varian ini berbeda dari garis keturunan JN.1 yang telah beredar sejak 2024, termasuk varian turunannya seperti LP.8.1 dan XFG. BA.3.2 juga memiliki sekitar 70–75 mutasi pada protein lonjakan (spike protein), yang membuatnya berbeda dari varian yang menjadi target vaksin Covid-19 saat ini.
Sementara itu, World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan BA.3.2 sebagai variant under monitoring (VUM) sejak 12 Mei 2025. WHO menyebut, berdasarkan bukti yang ada saat ini, varian ini belum menunjukkan risiko kesehatan masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan varian Omicron lain yang beredar.
Gejala Varian Covid-19 Cicada
Para ahli menyebut gejala yang ditimbulkan BA.3.2 tidak jauh berbeda dari varian Covid-19 lainnya. Menurut CDC, gejala umum Covid-19 pada 2026 meliputi:
- Batuk
- Demam atau menggigil
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat
- Sesak napas
- Kehilangan indra penciuman atau perasa
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Gangguan pencernaan
Gejala dapat berbeda pada setiap orang, namun umumnya dapat membaik dengan perawatan suportif. Terlebih, varian ini masih merespons pengobatan yang tersedia.
BERITA TERKAIT: