Berbicara kepada wartawan pada Jumat (21/5), Netanyahu mengatakan belum semuanya diketahui publik ataupun Hamas, termasuk apa saja pencapaian militer Israel dalam serangan ke Jalur Gaza.
"Saya dapat mengatakan bahwa kami melakukan hal-hal baru dan berani, jika perlu melakukan invasi darat, kami akan melakukannya, tetapi saya pikir kami dapat mencapai tujuan dengan cara yang lebih aman," ujar Netanyahu, seperti dikutip
Sputnik.
Kendati begitu, Netanyahu berpendapat, serangan 11 hari Israel ke Jalur Gaza telah mengubah keseimbangan kekuasaan dan aturan main.
Ia mengatakan, Israel telah menghancurkan terowongan, bunker, dan pos komando Hamas di Gaza.
"Teroris tidak punya tempat lain untuk bersembunyi. Kami mencapai tujuan kami dalam operasi tersebut," ujarnya.
Netanyahu kemudian memuji kampanye Israel melawan Hamas dan Jihad Islam sebagai "kesuksesan yang luar biasa".
Dia juga mengatakan bahwa selama beberapa hari terakhir, dia telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden enam kali, berterima kasih padanya karena telah mendukung Israel.
Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata yang dimulai pada 21 Mei pukul 02.00 dini hari.
BERITA TERKAIT: