Parlemen Laos memilih Thongloun (75) sebagai presiden pada Senin (22/3), menggantikan Bounnhang Vorachith.
Dalam pesannya, Xi mencatat bahwa dunia saat ini sedang menghadapi perubahan besar yang tidak terlihat dalam satu abad, dan hubungan China-Laos berada dalam tahap penting yang mewarisi masa lalu dan menentukan arah untuk masa depan.
Dia menambahkan bahwa dia sangat mementingkan pengembangan hubungan China-Laos dan bersedia bekerja dengan Thongloun untuk lebih mengkonsolidasikan dan memperluas kerja sama strategis komprehensif kedua negara, mempromosikan kesejahteraan dan persahabatan rakyat mereka, dan mengangkat pembangunan komunitas China-Laos dengan masa depan bersama ke level baru.
"Sejak pembentukan hubungan diplomatik 60 tahun lalu, hubungan antara kedua pihak dan antara kedua negara telah menantang ombak dan semakin kuat seiring berjalannya waktu," kata Xi, seperti dikutip dari
Xinhua, Rabu (24/3).
Dalam beberapa tahun terakhir, persahabatan tradisional antara China dan Laos telah mencapai perkembangan baru. Hubungan bilateral telah memasuki era baru dengan masa depan bersama.
"Sejak tahun lalu, China dan Laos telah bergandengan tangan dalam memerangi pandemi Covid-19, yang dengan jelas menunjukkan semangat komunitas China-Laos dengan masa depan bersama, serta memperdalam persahabatan dan persaudaraan antara keduanya," ujarnya.
Pada hari yang sama, Perdana Menteri China, Li Keqiang juga mengirim pesan ucapan selamat kepada Phankham Viphavanh atas terpilihnya Phankham sebagai perdana menteri Laos.
Li mengatakan siap melakukan upaya bersama dengan Phankham untuk terus memperkaya konotasi kerja sama strategis komprehensif negara mereka, dan membuat kemajuan baru dalam rangka membangun komunitas China-Laos dengan masa depan bersama.
BERITA TERKAIT: