Pernyataan pemerintah Erdogan yang jelas-jelas mendukung Azerbaijan secara terbuka dalam upayanya untuk merebut kembali wilayah Nagorno-Karabakh yang telah memisahkan diri, disebutnya sembrono dan berbahaya,
Sebelumnya, Ankara mengatakan pada Selasa (28/9) waktu setempat bahwa pihaknya sepenuhnya siap untuk membantu Azerbaijan memulihkan Nagorno-Karabakh, saat konflik bersenjata meningkat dengan tetangganya Armenia di wilayah tersebut.
"Saya telah mencatat pernyataan politik Turki yang menurut saya sembrono dan berbahaya," kata Macron kepada wartawan di ibu kota Latvia Riga selama kunjungan ke negara bagian Baltik Uni Eropa, seperti dikutip dari AFP, Rabu (30/9).
"Prancis tetap sangat prihatin dengan komentar kasar yang dibuat Turki pada jam-jam terakhir, yang pada dasarnya mengatakan akan menghilangkan segala hambatan yang dihadapi Azerbaijan dalam menaklukan kembali Karabakh utara. Itu tidak akan kami terima," tambahnya.
Dia juga tampak menyuarakan dukungan untuk Yerevan: "Saya katakan kepada Armenia dan kepada orang-orang Armenia, Prancis akan memainkan perannya."
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu segera menanggapi komentar Macron dalam sebuah wawancara dengan kantor berita pemerintah Anadolu di mana dia mengatakan bahwa solidaritas Prancis dengan Armenia sama dengan mendukung 'pendudukan' Armenia di wilayah tersebut.
Pertempuran pecah antara pasukan Armenia dan Azerbaijan atas sengketa wilayah separatis Nagorno-Karabakh pada 27 September.
Macron mengatakan akan membahas ketegangan tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (30/9) malam dan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (1/10) wakti setempat, sebelum melaporkan situasinya kepada para pemimpin Dewan Eropa Uni Eropa.
Armenia dan Azerbaijan telah dikurung selama beberapa dekade dalam sengketa wilayah atas Nagorno-Karabakh dan saling menyalahkan karena memicu bentrokan sengit yang meletus pada hari Minggu dan sejak itu menyebabkan hampir 100 kematian yang dikonfirmasi.
Kedua belah pihak sejauh ini menentang seruan untuk gencatan senjata.
Ankara telah mendukung Azerbaijan dalam konflik tersebut dan pada hari Selasa (28/9) kementerian pertahanan Armenia mengatakan sebuah jet F-16 Turki yang terbang untuk mendukung pasukan Baku telah menjatuhkan pesawat perang SU-25 Armenia. Ankara dengan keras membantah klaim tersebut.
Tindakan langsung militer Turki terhadap Armenia akan menandai peningkatan besar-besaran setelah tiga hari pertempuran sengit antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.
Sementara itu Dewan Keamanan PBB telah meminta kedua belah pihak untuk segera mengakhiri pertempuran.
BERITA TERKAIT: