Jelang Liburan Chuseok, Korsel Malah Perketat Pembatasan Jarak Sosial

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 25 September 2020, 14:55 WIB
Jelang Liburan Chuseok, Korsel Malah Perketat Pembatasan Jarak Sosial
Petugas kesehatan mendisinfeksi jalan-jalan dekat Gereja Sarang Jeil di Seoul, yang berada di pusat kebangkitan baru-baru ini dari virus corona, menjelang hari libur Chuseok, yang jatuh pada 1 Oktober, di Seoul, Korea Selatan, 24 September 2020/Net
rmol news logo Jelang liburan musim gugur Chuseok, Korea Selatan akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat, saat di mana orang-orang secara tradisional berkumpul kembali dengan keluarganya, menandai kekhawatiran akan risiko kelompok baru infeksi virus corona.

Pembatasan yang baru ini akan berlaku untuk setidaknya 11 fasilitas berisiko tinggi di wilayah metropolitan Seoul yang padat penduduk, termasuk klub malam dan bar, mengutip The Guardian, Jumat (25/9).

Pembatasan yang disebut jarak sosial fase dua, membatasi pertemuan di dalam ruangan menjadi 50 orang dan pertemuan di luar ruangan menjadi 100, dan melarang warga untuk pergi menonton acara olahraga.

Pembatasan fase dua ini akan diberlakukan dari 28 September hingga 11 Oktober. Saat di mana liburan Hari Hangul Korea berlangsung. Liburan Hari Hangul adalah memperingati saat Raja Sejong memperkenalkan karakter unik abjad asli bahasa Korea, yaitu pada 9 Oktober.Sejak 2013, Hari Hangeul menjadi hari libur nasional di Korea Selatan.

Ekonomi terbesar keempat di Asia ini telah berhasil menangani wabah virus corona dan membuka penguncian penuh. Namun, beberapa kasus terjadi di gereja dan rapat umum politik pada Agustus lalu, sehingga memicu wabah baru.

Pada Agustus, kasus virus corona di Korea Selatan memuncak, lebih dari 440 kasus baru. Meskipun ada angka penurunan yang stabil sejak itu, para pejabat mengatakan mereka khawatir liburan yang berlangsung dari 30 September hingga 2 Oktober ini dapat menyebabkan lonjakan lagi.

“Kami berada di persimpangan jalan, di mana kami harus memutuskan apakah kami akan kembali kepada kebijakan jarak sosial fase satu atau membiarkan virus corona datang datang, ujar Menteri Kesehatan Park Neung-hoo dalam sebuah pernyataan.

Park mendesak warga untuk melakukan pertemuan secara online selama liburan dan melakukan outsourcing untuk merapikan kuburan leluhur, salah satu tradisi utama Chuseok.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea melaporkan 114 kasus virus korona baru pada tengah malam Kamis, sehingga total negara itu menjadi 23.455, dengan 395 kematian. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA