Film The King's Warden sukses mendapatakan 16 juta penonton di Korea Selatan dan menempati posisi ketiga film terlaris di Negeri Ginseng tersebut. Film ini merupakan karya sutradara Jang Hang-jun di bawah naungan Showbox.
Melansir laman IMDb, flm berdurasi 117 menit ini rilis pada 4 Februari 2026 lalu. Tak hanya di Korea Selatan dan Indonesia, The King's Warden juga rilis di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Taiwan, dan selandia Baru.
Film The King's Warden menyorot kehidupan selama masa pengasingan seorang Raja Danjong yang digulingkan. Berlatar tahun 1457 pada masa Dinasti Joseon, film ini menjadi film drama sejarah yang mendulang kesuksesan dalam penayangannya.
Film bioskop terbaru ini dibintangi artis papan atas Korea Selatan seperti Yoo Hae Jin, Park Ji Hoon, Yoo Ji Tae, hingga Jeon Mi Do. Film ini berlatar abad ke-15, kisah bermula dari seorang kepala desa sederhana bernama Eom Heung Do yang hidup di tengah kemiskinan.
Suatu hari, ia mendengar desas-desus bahwa desa yang menampung bangsawan buangan akan memperoleh keberuntungan dan kemakmuran. Harapan akan perubahan nasib membuat Heung Do mempercayai rumor tersebut tanpa ragu.
Dengan penuh keyakinan, ia mengajukan permohonan untuk menerima seorang bangsawan buangan, berharap kehadirannya menjadi berkah bagi desa. Permohonan itu dikabulkan namun, takdir menyimpan ironi.
Bangsawan yang datang bukanlah sosok biasa, melainkan Raja Danjong, penguasa yang telah digulingkan dari tahtanya. Tanpa mengetahui identitas sebenarnya, Heung Do menerima dan merawatnya dengan tulus.
Seiring waktu, hubungan yang tak terduga pun terjalin. Di tengah kesederhanaan desa, sang raja yang kehilangan kuasa, menemukan secercah kemanusiaan.
Sementara itu, para penjaganya mulai melihat sang raja tersebut lebih dari sekadar sosok yang harus diawasi. Ikatan emosional pun perlahan tumbuh dari kedua sisi.
Namun, ketenangan yang dahulu tercipta, dan angan-angan kemakmuran sang kepala desa, hanya angan kosong belaka. Bayang-bayang intrik politik dari istana perlahan merayap masuk, mengancam harmoni desa.
Konflik kekuasaan yang belum usai menyeret Heung Do dan warga ke dalam pusaran bahaya. Mereka menghadapi kenyataan pahit bahwa keberuntungan yang selama ini diimpikan, mungkin akan datang dengan harga yang jauh lebih mahal.
BERITA TERKAIT: