“Pelaksanaan KTT D-8 yang seyogianya digelar April ini ditunda karena ada perkembangan dan eskalasi situasi yang juga dialami oleh negara-negara anggota,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Meski jadwal pelaksanaan bergeser, pemerintah menegaskan forum itu tidak dibatalkan.
Indonesia masih menunggu perkembangan situasi sebelum menentukan waktu baru penyelenggaraan KTT tersebut.
“Jadi nanti kita akan melihat perkembangan situasinya untuk melaksanakan KTT tersebut. Saya kira itu saja,” lanjutnya.
KTT D-8 yang terdiri dari Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki awalnya akan dilaksanakan pada 15 April 2026.
Dengan mengusung tema Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity, Indonesia membawa agenda penguatan integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru, transisi hijau, hingga transformasi digital di antara anggota D-8.
BERITA TERKAIT: