Tepi Barat Hanya 'Pemantas' Bagi UEA Untuk Lakukan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 14 September 2020, 18:05 WIB
Tepi Barat Hanya 'Pemantas' Bagi UEA Untuk Lakukan Normalisasi Hubungan Dengan Israel
Tepi Barat/Net
Kecil Besar
rmol news logo Normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel disebut-sebut dilandasi oleh satu prasyarat, yaitu penangguhan aneksasi Tepi Barat.

Dalam hal ini, terjadinya beda pendapat antara UEA dan Israel. UEA menyebut, normalisasi hubungan dengan Israel menghasilkan kesepakatan penghentian aneksasi Tepi Barat. Sementara Israel menyebutnya hanya sebatas penangguhan.

Berdasarkan pernyataan trilateral berbahasa Inggris antara UEA-Israel-Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada Senin (31/8), normalisasi hubungan akan menangguhkan rencana aneksasi Tepi Barat.

Namun dalam pernyataan versi berbahasa Arab, kesepakatan tersebut membuat rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel dihentikan.

Perbedaan tersebut langsung disoroti oleh Palestina yang selama ini mengecam normalisasi hubungan UEA dan Israel.

"Bandingkan diri Anda dengan dua versi, penangguhan perpanjangan kedaulatan, bukan penghentian aneksasi tanah Palestina," cuit Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebesan Palestina (PLO), Saeb Erekat.

Menurut seorang pejabat senior PLO, perbedaan tersebut tampak disengaja sebagai upaya "lidah bercabang" untuk mempengaruhi opini publik di dunia Arab.

“Saya tidak berpikir ini adalah masalah penerjemahan, saya pikir ini adalah cara yang tidak jujur ​​untuk mencoba memanipulasi wacana,” katanya

Berbicara dalam RMOL World View bertajuk "Siapa Pembela Sejati Palestina?" pada Senin (14/9), pengamat politik dunia Islam, Muhammad Najib mengatakan, Tepi Barat sendiri hanya dijadikan sebagai legitimasi sehingga tidak diperdebatkan oleh keduanya.

"Itu sebetulnya masing-masing untuk alat legitimasi saja. Karena bagi Israel tidak ada negara Palestina, paling tidak di mata (Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu," terangnya.

"Dan bagi UEA itu supaya alasan, sebagai pemantas, masa ujug-ujug mau berdamai," tandasnya. rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA