Menurut laporan Kementerian Pertahanan UEA, keputusan tersebut diambil setelah sistem pertahanan udara mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Abu Dhabi.
Rudal-rudal itu diduga menargetkan lalu lintas maritim. Satu rudal jatuh ke laut di luar perairan teritorial UEA, sementara satu lainnya jatuh di dalam wilayah perairan negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri UEA kemudian mengumumkan bahwa seluruh aktivitas perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.
“Mengingat adanya peningkatan ketegangan regional yang mengancam perdamaian dan keamanan regional dan internasional, semua perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran telah dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut," ungkap pernyataan tersebut.
Namun, Iran membantah terlibat dalam serangan rudal tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan tuduhan itu bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik serta dapat mengganggu upaya membangun kepercayaan antarnegara di kawasan.
Serangan ini terjadi setelah lebih dari dua bulan UEA dan Iran berupaya meredakan ketegangan.
Hubungan kedua negara sebelumnya mulai membaik setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Washington dan Tehran pada Juni, dengan jalur diplomatik dan ekonomi kembali diaktifkan.
Namun, keputusan terbaru Abu Dhabi berpotensi mengganggu kembali normalisasi hubungan kedua negara.
BERITA TERKAIT: