Jam malam sendiri diberlakukan oleh Gubernur New York, Andrew Cuomo sejak Senin (1/6) di tengah memburuknya protes terhadap kebrutalan polisi yang diiringi dengan penjarahan dan perusakan fasilitas publik.
"Kemarin dan semalam, kami melihat yang terbaik dari kota kami," ujar de Blasio dalam sebuah pernyataan ketika mengakhiri jam malam, seperti dimuat
CGTN.
Sebelum jam malam dicabut, anggota parlemen kota mengungkapkan kekhawatirannya bahwa aturan tersebut justru dimanfaatkan polisi.
Anggota parlemen khawatir polisi menggunakan jam malam untuk menangkap dan menggunakan kekerasan terhadap para demonstran dengan kesalahan melanggar aturan jam malam.
Protes di AS sendiri dipicu oleh kematian warga kulit hitam, George Floyd, yang meninggal atas kebrutalan polisi pada 25 Mei.
Selama 8 menit 46 detik, leher Floyd ditahan oleh lutut petugas polisi kulit putih, Derek Chauvin. Selama itu, Floyd mengaku tidak bisa bernapas hingga akhirnya terkulai lemas dan meninggal saat perjalanan.
BERITA TERKAIT: