Menteri Retno mendapat anugerah Agent of Change, dari UN Women dan Global Partnership Forum (GPF). Penghargaan ini merupakan pengakuan atas berbagai terobosan yang dilakukan oleh Menlu Retno Marsudi, khususnya dalam memajukan Agenda 2030 dan pembangunan berkelanjutan, serta penanganan berbagai isu global melalui diplomasi kemanusiaan dan perdamaian.
Terlebih, belakangan ini Indonesia aktif dalam melakukan berbagai upaya untuk membantu penyelesaian krisis di berbagai negara, termasuk krisis kemanusiaan terhadap etnis rohingya di Rakhine State, Myanmar. Dalam hal ini, Menlu RI memprakarsai pembangunan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk di Myanmar dan Bangladesh.
UN Women dan GPF menilai Menlu Retno Marsudi sebagai sosok panutan dan sumber inspirasi bagi jutaan wanita baik di Indonesia maupun dunia.
Sementara itu, Menlu Retno mengaku akan menjadikan penghargaan ini sebagai penyemangat untuk bekerja lebih keras lagi.
Retno menegaskan bahwa Indonesia akan terus berkontribusi pada perdamaian, keamanan dan kesejahteraan dunia. Termasuk menjadikan perempuan sebagai kekuatan dan bagian dari solusi untuk menyelesaikan tantangan dunia.
"Bekerja lebih keras bagi rakyat dan bangsa Indonesia, bagi perdamaian dan kesejahteraan global, serta bagi para wanita di seluruh dunia," pungkas Menlu RI dalam sambutannya seperti dilansir laman Kemlu.
UN Women adalah lembaga PBB yang bertugas memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Sementara GPF adalah lembaga non-profit yang bertujuan memajukan kemitraan inovatif bagi pembangunan. GPF memiliki komitmen untuk mendukung PBB dalam memajukan pembangunan berkelanjutan.
[ian]
BERITA TERKAIT: